Thursday, 20 October 2016

Buku adalah Jendela Dunia


                                         



"Aku tahu bahwa setiap kali membuka sebuah buku, aku akan bisa memandang sepetak langit. Dan jika membaca sebuah kalimat baru, aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya. Dan segala yang kubaca akan membuat dunia dan diriku sendiri menjadi lebih besar dan lebih luas."
                                                                       
                                                        Jostein Gaarder                                               
Kenapa tiba-tiba saya menulis tentang buku adalah jendela dunia? Jawabnya adalah, yang pertama karena saya termasuk orang yang mencintai kegiatan membaca, yang berarti saya mencintai juga buku. Yang kedua, karena saya pernah menjadi guru pengganti yang bertugas menerangkan tentang pentingnya membaca dan bahwa buku berperan laksana jendela bagi dunia,


Berbicara tentang buku, berarti kita tidak bisa tidak akan berbicara tentang kegiatan membaca. Sebuah kegiatan yang belum tentu disukai semua orang, tapi sangat berguna bagi setiap orang. Dengan membaca sebuah buku, paling tidak pengetahuan kita bertambah dengan apa yang ada pada buku tersebut. Jadi, tidak ada ruginya kalau kita membaca bukan?


Buku-buku yang baik merupakan makanan bergizi bagi otak kita, bagi pengetahuan kita. Semakin sering membaca buku, berarti semakin sering pula kita mengisi tabungan pengetahuan kita. Semakin rutin kita membaca, berarti semakin rutin pula kita mengisi tabungan pengetahun kita. 


"Harta karun di dalam sebuah buku lebih banyak daripada hasil rampasan di seluruh kapal bajak laut Pulau Harta."
                                                              Walt Disney

Apakah fungsi sebuah jendela? Jendela adalah bagian dari sebuah ruangan yang membuat orang-orang yang berada di dalam ruangan itu bisa melihat dunia yang ada di luar ruangan. Lantas apa makna dari buku adalah jendela dunia? Apa kaitan antara buku dan sebuah jendela? Kira-kira seperti itulah pertanyaan murid-murid saya ketika saya menuliskan di papan tulis kalimat "buku adalah jendela dunia".


Saat itu saya meminta murid-murid untuk berjalan dan berdiri di depan jendela yang terletak di samping kelas. Kemudian sayapun bertanya apa yang mereka lihat dari balik jendela. Maka tentu saja jawaban murid-murid kala itu beraneka ragam, Mulai dari benda-benda yang tepat berada di samping kelas, sampai pemandangan yang jauh menembus keluar pagar sekolah. Intinya semua yang berada di luar kelas, yang masih ada pada jarak pandang yang memungkinkan dilihat dari jendela, mereka sebut satu demi satu.


Buku adalah jendela dunia, bisa diartikan bahwa untuk memandang dunia, mengetahui dunia, maka bacalah buku. Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika kita tidak pernah membaca buku, bisa dipastikan bahwa dunia kita akan sangat sempit. Mengapa? Karena yang kita tahu, yang kita jelajahi hanyalah tempat-tempat yang berada di sekitar kita, atau daerah-daerah yang memungkinkan saja untuk kita jelajahi.


Dari buku pula, kita akan mengenal beragam budaya yang sebelumnya tidak kita kenal, bagaimana kehidupan orang-orang di sana, atau  kita bisa mengerti  tentang penderitaan orang-orang di luar sana, yang tentu saja akan  mengajarkan  kita untuk senantiasa mensyukuri kehidupan.


Betapa bahagianya kita, ketika bisa bertemu dengan tokoh panutan kita. Tapi bagaimana jika tokoh tersebut sudah lama meninggalkan kita dari kehidupan di dunia? Jawabannya adalah dengan membaca buku tentang tokoh tersebut. Membaca kisah perjalanan hidup mereka, bagaimana kiprah mereka, apa pemikiran-pemikiran mereka yang paling fundamental tentang hidup, bagaimana mereka menghadapi berbagai rintangan hidup, Dari sana tentulah kita serasa pernah mengenal mereka, pernah berjumpa dengan mereka.


Alangkah kayanya pemahaman kita, jika  banyak membaca buku. Darinya, kita dapat mempelajari sejarah yang terjadi di dunia ini, semua hal yang baik dan buruk yang pernah terjadi dapat kita pelajari lewat buku. Langkah-langkah keberhasilan suatu bangsa maupun kehancurannya dapat kita temui dengan membaca buku.


Buku, membuat kita melintasi waktu dan peristiwa. Buku juga membuat kita tersenyum bahagia, tapi bisa juga membuat kita merasa teramat lara. Menggambarkan sebuah peristiwa dalam imajinasi kita, membayangkan rupa dan sikap para tokoh, bisa kita rasakan manakala kita membaca buku. Imajinasi anak-anak kita semakin berkembang dengan membaca buku.


Jadi adalah tepat jika kita mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Buku membuat kita dapat memandang dunia yang jauh berada di luar kita, bahkan buku pula membuat kita serasa pernah mengunjunginya. Buku membuat kita mengenal begitu banyak orang di luar sana. Dan buku jugalah yang menuntun kita agar jangan pernah berhenti bermimpi.


"Buku yang kubaca selalu memberi sayap-sayap baru. Membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan, melintasi waktu dan peristiwa, berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai, sambil bermain di lengkung pelangi."

       Abdurrahman Faiz, Aku Ini Puisi Cinta 

Wallahua'lam bishshowab







No comments:

Post a Comment