Wednesday, 26 October 2016

Menjadikan Kritik sebagai Pemacu Prestasi






Pasti semua orang pernah mengalami yang namanya dikritik. Tak jarang kritikan-kritikan yang sampai kepada kita membuat kuping merah. Bahkan seringkali kritikan yang pedas membuat kita ingin berlari mundur atau malah berhenti sama sekali.


Pernahkan kita melihat orang-orang yang sukses di bidang yang mereka geluti? Apakah mereka adalah orang-orang yang tidak pernah dikritik? Atau mungkin mereka adalah manusia-manusia super yang turun dari langit. :-D


Rasanya merupakan hal yang mustahil jika ada seseorang yang terbebas dari kritikan sepanjang hidupnya. Dan lebih mustahil lagi, jika orang-orang sukses itu adalah manusia-manusia super yang diturunkan dari langit.


Tentu kita tidak mau menjadi pribadi yang amat mudah menyerah bukan? Jadi bagaimanakah caranya agar kita bisa menghadapi berbagai kritikan yang mampir dalam episode kehidupan kita?


1. Belajar dari Orang-orang Sukses dalam Menghadapi Kritik.
Setiap orang yang sukses dalam kehidupannya, biasanya adalah orang-orang yang sabar dan tangguh menghadapi badai kritikan. Mereka adalah orang-orang yang tahu bagaimana cara menghadapi semua kritikan yang mampir dalam kehidupan mereka. Sangatlah penting dan berguna mempelajari serta meniru bagaimana mereka menjalani hidup terutama yang berkaitan dengan kritik.

2. Berpikir Jernih dalam Menerima Kritik.
Pikiran yang jernih membuat kita lebih bisa memilah dan memilih kritik yang sampai kepada kita, mana kritikan yang sifatnya membangun dan mana kritikan yang sudah sepantasnya kita abaikan.

3. Lebih Memperhatikan Isi daripada Nada Kritikan.
Seringkali setiap orang punya cara dan gaya yang berbeda dalam mengemukakan kritikannya. Ada yang tajam, menukik, bahkan cenderung profokatif. Ada yang menyampaikan kritik dengan cara dan gaya yang lebih tenang. Mungkin cara yang pertama akan lebih membekas dalam batin kita, tapi sekali lagi cobalah untuk memisahkan isi dari kritik dengan cara dan gaya bagaimana kritikan itu disampaikan.

4. Tidak Langsung Menjawab Setiap Kritikan. 
Menjawab dengan tergesa-gesa setiap kritikan yang datang, seringkali bukannya menyelesaikan masalah malah menimbulkan masalah baru. Biasanya seseorang yang menjawab langsung sebuah kritikan sebelum mencernanya dengan baik, akan melakukan pembelaan diri yang seringkali semakin memperburuk keadaan.

5. Terimalah Kenyataan bahwa Kritikan akan Selalu Ada.
Suka atau tidak suka, kritikan akan selalu hadir dalam perjalanan hidup seseorang. Jadi terimalah dan hadapi sebagai sebuah kenyataan.

6. Fokus pada Kritik yang Membangun.
Jadikanlah semua kritik yang membangun sebagai alat pacu untuk melejitkan prestasi kita. Seringkali kritik yang diutarakan dengan cara yang tak terlupakanlah yang membuat kita merasa tertantang untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik.

7. Kritik Mengingatkan Kita bahwa di Atas Langit Masih Ada Langit.
Sebuah kritikan paling tidak menyadarkan kita, bahwa kita bukan makhluk sempurna. Masih banyak orang yang jauh lebih baik dari kita dalam banyak hal. Memacu diri untuk selalu memperbaiki diri, itu adalah lebih utama.


Disadari atau tidak, sebuah kritikan yang pedas dan menyakitkan apalagi disampaikan di depan banyak orang, akan menimbulkan perasaan yang sangat tidak menyenangkan. Ada orang yang memandang dengan positif dan menjadi pemicu prestasi dalam kehidupannya, tapi tak sedikit yang berakhir dengan keterpurukan atau malah menimbulkan perasaan dendam yang mendalam.

Maka perlulah kita ingat kata-kata salah seorang Imam Mahzab, Imam Syafi'i :"Siapa yang menasehatimu sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasehatimu. Siapa yang menasehatimu di depan khalayak ramai, ia sebenarnya menghinamu."









Karenanya, apabila kita ingin mengkritik seseorang, pikirkanlah baik-baik cara dan bagaimana kita mengkritik. Pikirkanlah kerusakan yang mungkin timbul, hanya karena cara mengkritik yang salah. Perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Sebuah sikap yang cukup adil bukan?


Wallahua'lam bishshowab. 

          
                      

2 comments: